Jadi,
kebetulan Anda sedang menjalin kasih dengan seorang perempuan yang
berprofesi sebagai wanita malam, hal yang jamak Anda temui jika Anda
pegiat dunia malam. Ya, kehidupan malam seperti bar, pub dan klub malam
memungkinkan Anda bertemu dengan perempuan-perempuan menarik dan bisa
jadi salah satu di antara mereka berprofesi sebagai wanita malam. Namun,
yang terpenting dari rasa kasmaran Anda yang tengah membuncah tersebut,
tanyakan pada diri Anda, siapkah Anda berkencan dengan wanita malam?

Ini
karena, stigma terhadap wanita malam atau pekerja seks, menganggap
mereka sebagai orang yang cacat moral, atau seseorang yang begitu kotor
dan rusak secara fisik dan emosional. Wanita malam juga kerap mendapat
perilaku kekerasan dari pasangan seksual mereka karena sifat industri
seks komersial yang mengkriminalisasi dan penuh stigmatisasi. Ya, banyak
pasangan dan anggota keluarga wanita malam berpikir bahwa kekerasan itu
dibenarkan untuk “menghukum” profesi wanita malam tersebut. Pun,
anggapan ini juga dibenarkan oleh wanita malam itu sendiri. Menyedihkan,
bukan?
Jadi, apa yang sebaiknya
jangan Anda lakukan jika Anda ingin melakukan hubungan yang serius dengan wanita malam?
Ini
karena, tidak semua wanita malam bersedia meninggalkan pekerjaan mereka
lantaran memang tidak mudah beralih profesi. Empat tahun setelah
memutuskan menjadi wanita malam, Kezia---bukan nama sebenarnya---,
kesulitan mempertahankan pekerjaannya karena masa lalunya itu. Ia juga
kesulitan menghadapi sifat posesif dari pasangannya yang semakin membuat
suasana menjadi runyam.
Banyak
wanita malam memendam kekecewaan terhadap pasangannya karena merasa
dimanfaatkan secara seksual. Missy, mantan penari telanjang, mengaku
bahwa ia kerap merasa sedang melakukan pertunjukkan ketika mereka
berhubungan seks---seperti yang biasa ia lakukan ketika masih menjadi
penari striptease. Padahal, Missy bertemu dengan pasangannya tersebut
setahun usia ia pension sebagai penari telanjang.
Dalam
sebuah lokakarya tentang bagaimana menjadi pasangan seorang wanita
malam, disebutkan bahwa sebagai pasangan yang baik seharusnya Anda tidak
memandang kekasih Anda hanya dari sudut profesinya saja, melainkan
memandangnya sebagai pribadi utuh yang kebetulan memilih bekerja di
industri seks komersial. Anda harus bersedia terlibat dalam percakapan
yang kompleks, yang tidak hanya melulu membahas tentang profesinya. Anda
harus mengetahui apa kebutuhan mereka sebagai individu dan bagaimana
sebagai pasangan yang baik Anda bisa memenuhi kebutuhkan tersebut. Ini
akan membuat mereka semakin mencintai dan menghargai Anda, dan pada
akhirnya membuat mereka siap mengambil keputusan untuk menjalin hubungan
yang utuh dan sehat dengan Anda.
Post a Comment
0 Comments